Mengapa Gen Z Lebih Sering Travelling Sendirian?
Jendela Magazine
Generasi Z Lebih Suka Jalan-Jalan Sendirian
Berdasarkan riset yang dilakukan di lapangan, generasi Z atau Gen Z terbukti lebih memilih untuk melakukan perjalanan sendirian. Salah satu alasan utama mereka adalah untuk memberikan penghargaan diri atau self reward.
Menurut Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata, dalam acara tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining the New Shape of Travel, sebanyak 17 persen dari total responden memilih jalan-jalan sendiri. Dari hasil wawancara dengan sekitar 50 orang yang memilih jalan-jalan sendiri, motivasi utama mereka adalah ingin memberikan penghargaan buat diri sendiri. Selain itu, ada pula yang melakukan jalan-jalan sendiri karena tukar kado dengan teman.
Tradisi tukar kado ini berarti saling memberikan tiket jalan-jalan kepada teman tanpa masing-masing tahu ke mana destinasi yang dipilih oleh temannya. Tujuan jalan-jalan ini juga sejalan dengan hasil survei Lokadata, yang menunjukkan bahwa 76 persen orang melakukan perjalanan untuk liburan atau rekreasi.
Tren jalan-jalan sendiri ini juga sejalan dengan tren pariwisata global, yaitu personalisasi perjalanan saat berwisata.
Penggunaan Media Sosial dalam Perencanaan Liburan
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata RI Firnandi Gufron, menyampaikan bahwa dari data Skill Megatrends mencatat 93 persen responden mempercayai AI (Artificial Intelligence) untuk mencari informasi perjalanan yang akurat.
Sementara itu, Tiffany Tjiptoning, Chief Strategy Officer tiket.com, menjelaskan bahwa sembilan dari 10 wisatawan mengandalkan media sosial sebagai titik awal perencanaan liburan. Dua media sosial yang kerap digunakan untuk mencari inspirasi perjalanan adalah TikTok (57 persen) dan Instagram (34 persen).
Konten-konten di media sosial bersifat visual, cepat, dan mudah dicerna, sehingga sangat populer. Relatif gampang untuk memvisualisasi perjalanan pariwisata.
Destinasi Wisata Favorit
Dalam lingkup domestik, beberapa destinasi yang menjadi tujuan favorit yaitu: Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bali, dan Surabaya. Sementara itu, beberapa destinasi wisata domestik yang menjadi wishlist atau incaran wisatawan yaitu: Bali, Yogyakarta, Bandung, Labuan Bajo, dan Lombok.
Untuk lingkup internasional, beberapa negara yang menjadi tujuan favorit wisatawan nasional yaitu: Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan. Sementara itu, beberapa negara yang masuk ke dalam incaran wisatawan nasional yaitu: Jepang, Korea Selatan, Swiss, Singapura, dan Thailand.
Faktor Pendorong Permintaan Perjalanan
Momen liburan seperti long weekend menjadi faktor pendorong permintaan perjalanan wisata. Setiap kali ada long weekend atau libur panjang nasional, selalu ada lonjakan di semua kategori pariwisata, mulai dari transportasi, akomodasi, dan atraksi.
Dalam paparannya, Tiffany juga menyampaikan bahwa saat momen liburan, permintaan transportasi mencapai 23 persen, permintaan akomodasi mencapai 20 persen, dan atraksi 38 persen.
Tren Eksplorasi Tempat Baru
Destinasi tujuan wisatawan pun saat ini tidak terfokus pada destinasi popular. Namun, wisatawan sudah bergeser ke tren eksplor tempat-tempat baru yang sebelumnya belum pernah didatangi.
Beberapa faktor pendorong orang-orang mau untuk eksplor tempat baru, kata Tiffany, karena didukung peningkatan aksesibilitas, supply, dan infrastruktur.
Tren eksplor tempat wisata yang belum pernah didatungi ini sejalan dengan tren wisata short getaway, yaitu berwisata ke destinasi terdekat dalam waktu yang singkat.
“Makanya orang banyak mencari-cari lagi destinasi domestik di kota-kota lain yang mungkin masih menarik, sesuatu yang baru yang belum pernah mereka coba, dan bisa didatangi dalam periode singkat,” kata Tiffany.
Efek baiknya, sambung Tiffany, beberapa destinasi yang semula kurang dikenal, kini mulai naik dan dikenal oleh banyak wisatawan.
