Beberapa wilayah Sumatera dilanda banjir pekan ini
Banjir susulan kembali terjadi di beberapa wilayah di Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Barat. Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan setelah banjir bandang yang disebabkan oleh Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 lalu. Banjir susulan ini mengakibatkan pemukiman warga terendam air dan menyebabkan kesulitan akses ke beberapa desa.
Pada Rabu, 24 Desember 2025, banjir susulan melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Meskipun air telah surut, lumpur yang terbawa oleh air bah masih menjadi masalah serius. Dua desa di Kecamatan Meureudu, yaitu Gampong Dayah Husein dan Gampong Mancang, masih sulit diakses hingga kemarin. Khairul Fahmi, relawan di Pidie Jaya, mengatakan bahwa lumpurnya masih tinggi dan membuat akses ke daerah tersebut sangat terbatas.
Banjir ini terjadi akibat meluapnya air Sungai Keude Meureude dan Ule Gule setelah hujan deras mengguyur Pidie Jaya selama hampir seharian penuh. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie Jaya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga sempat mengungsi ke jalan raya yang berada di dataran lebih tinggi saat banjir susulan terjadi.
Tiga hari setelah banjir, sejumlah keluarga telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, beberapa warga masih bertahan di tenda pengungsian karena kesulitan menjangkau medan yang terendam lumpur. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para relawan, setidaknya 32 desa dari 5 Kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya terdampak oleh banjir susulan ini. Rumah-rumah yang telah dibersihkan secara manual kini kembali dalam kondisi yang sama seperti sebelum banjir terjadi.
Namun, ada juga masyarakat yang sengaja menunda membersihkan rumah mereka karena takut banjir kembali terjadi. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, yang merupakan penyebab utama meluapnya air sungai dan membanjiri wilayah tersebut.
Selain di Aceh, banjir susulan juga terjadi di ruas jalan Takengon–Bireuen Aceh, khususnya di kawasan Tenge Besi dan Umah Besi. Saat ini, kedua jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda enam setelah banjir susulan surut.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa banjir susulan terjadi akibat curah hujan tinggi. Ia menyatakan bahwa normalisasi sungai telah dilakukan agar jika hujan lagi, air tidak menggenangi rumah dan jalan. Menurut Ilham, banjir pada Rabu kemarin berlangsung tidak sampai dua jam. Setelah hujan berhenti, debit air sungai kembali turun seketika.
Di Agam, Sumatera Barat, banjir susulan juga terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025. Aliran air sungai masih menggenangi badan jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam. Banjir susulan di Agam terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 sore. Banjir membawa material lumpur, batu, dan kayu, sehingga memaksa warga yang sempat pulang ke rumah untuk kembali mengungsi.
Camat Tanjung Raya, Al Hafid, mengatakan banjir susulan mengakibatkan puluhan rumah di Nagari Maninjau digenangi air dan lumpur berbatuan. “Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi,” ujar dia. Al Hafid menambahkan bahwa banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan rumah di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang. Pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan dampak banjir bandang tersebut.
“Tidak ada korban jiwa dan rumah rusak sedang dalam pendataan,” ujar Al Hafid. Saat ini, ia berujar, curah hujan masih tinggi. Al Hafid pun mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap banjir susulan.
