Kasir Wanita Laporkan Dosen UIM Makassar ke Polisi Karena Penghinaan
Kasus Dosen UIM Makassar Meludahi Kasir Perempuan di Swalayan
Seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS dilaporkan oleh seorang kasir perempuan ke pihak kepolisian setelah diduga meludahi korban saat sedang bekerja di sebuah swalayan. Insiden ini terjadi akibat teguran yang diberikan kepada pelaku karena menyerobot antrean pembayaran.
Peristiwa tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial, sehingga memicu reaksi dari masyarakat luas. Video tersebut menunjukkan aksi tidak pantas yang dilakukan oleh pria berkaus hitam, yang kemudian diketahui sebagai dosen UIM. Kini, kasus ini tengah ditangani oleh aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Rektor UIM Mengonfirmasi Status Pelaku
Rektor Universitas Islam Makassar, Muammar Bakry, mengonfirmasi bahwa pria dalam video tersebut adalah dosen aktif di kampus. Ia menyebutkan bahwa AS mengajar di Fakultas Pertanian UIM. Menurut Muammar, pihak kampus akan segera meminta klarifikasi dari yang bersangkutan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan dalam video tersebut tidak pantas dan berpotensi mencoreng nama baik institusi pendidikan. “Yang pasti, di video itu tidak bagus, tidak manusiawi kalau itu kejadian. Pasti akan kami berikan sanksi akademik sesuai aturan kampus,” ujarnya.
Muammar juga mengungkapkan bahwa AS berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai dosen di UIM, bukan dosen yayasan. “Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kami akan bicarakan seperti apa prosedurnya,” tambahnya.

Kasir Melapor ke Polisi
Kasir perempuan yang menjadi korban dalam insiden peludahan oleh dosen UIM, berinisial N (21), telah melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tamalanrea melalui pihak keluarganya. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana penghinaan.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap pemenuhan administrasi. “Laporan sudah kami terima. Sementara kami lengkapi administrasi,” ujar Sangkala.
Ia menambahkan, penyidik akan memanggil saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, serta melakukan pendalaman terhadap terlapor. “Tindak lanjutnya mengundang saksi, mencari informasi terhadap terlapor, serta mengumpulkan barang bukti,” kata Sangkala.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Proses hukum akan melibatkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pengumpulan bukti-bukti, serta wawancara dengan pelaku. Selain itu, pihak kampus juga akan melakukan penanganan internal terhadap dosen yang terlibat.
Dalam kasus ini, dosen UIM yang terlibat diduga melanggar aturan kampus dan norma kesopanan. Tindakan yang dilakukannya dapat berdampak pada reputasi institusi pendidikan serta hubungan antara dosen dan mahasiswa.
Penanganan Internal oleh Kampus
Pihak kampus UIM telah menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan penanganan internal terhadap dosen yang terlibat. Meski belum ada keputusan resmi, namun tindakan yang dilakukan oleh AS dinilai tidak sesuai dengan etika dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik.
Selain itu, kampus juga akan memastikan bahwa prosedur hukum yang berlaku dijalankan secara transparan dan adil. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan menjunjung nilai-nilai akademik.
Tanggapan Publik
Insiden ini mendapat perhatian besar dari masyarakat, terutama di kalangan pengguna media sosial. Banyak netizen yang menyampaikan kecaman terhadap tindakan dosen tersebut dan menuntut agar pihak kampus serta kepolisian segera mengambil tindakan tegas.
Beberapa komentar menyoroti pentingnya menjaga martabat dan kesopanan dalam interaksi antar individu, terlebih bagi para tenaga pendidik yang diharapkan menjadi teladan. Mereka berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun yang terlibat dalam situasi serupa.
Kesimpulan
Kasus dosen UIM Makassar yang diduga meludahi kasir perempuan di sebuah swalayan menunjukkan betapa pentingnya menjaga sikap dan perilaku, terutama bagi para tenaga pendidik. Tindakan yang tidak pantas dapat merusak citra institusi dan menimbulkan dampak negatif terhadap hubungan antar individu.
Proses hukum yang sedang berlangsung serta penanganan internal oleh kampus merupakan langkah penting untuk menegakkan keadilan dan menjaga norma kesopanan dalam masyarakat.
