WNI Jadi Tentara AS, Gaji Fantastis Terungkap!
Jendela Magazine,
JAKARTA — Profesi tentara sering dianggap sebagai pekerjaan dengan penghasilan tinggi dan stabilitas hidup yang baik. Ternyata, militer Amerika Serikat (AS) memang menawarkan peluang bagi warga non-AS asalkan memenuhi syarat tertentu.
Selain itu, sistem gaji militer AS cukup transparan dan meningkat sesuai pangkat serta masa dinas. Warga negara Indonesia yang tinggal di AS juga bisa mendaftar untuk bergabung dengan militer Negeri Paman Sam tersebut. Berikut penjelasan mengenai syarat masuk hingga rincian gaji militer AS dalam dolar AS dan rupiah.
Syarat WNI Bergabung dengan Militer AS
Menurut informasi yang tersedia, warga negara non-AS dapat bergabung dengan militer AS dengan beberapa ketentuan utama, antara lain:
Memiliki Permanent Resident Card (Green Card)
Mampu berbahasa Inggris secara lancar, baik lisan maupun tulisan
* Tidak diperbolehkan bergabung hanya untuk tujuan mendapatkan visa atau kewarganegaraan
Selain itu, setiap calon prajurit harus mengikuti tes ASVAB (Armed Services Vocational Aptitude Battery) untuk menentukan kelayakan dan penempatan kerja. Tes ini menjadi salah satu langkah penting dalam proses perekrutan.
Batas Usia Masuk Militer AS
Setiap matra militer AS memiliki batas usia berbeda untuk pendaftaran aktif:
Army: 17–35 tahun
Air Force: 17–42 tahun
Navy: 17–41 tahun
Marine Corps: 17–28 tahun
Coast Guard: 17–41 tahun
Space Force: 17–42 tahun
Dalam kondisi tertentu, batas usia dapat diperpanjang melalui persetujuan khusus. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi calon yang ingin bergabung tetapi tidak memenuhi batas usia standar.
Gaji Pokok Tentara AS per Januari 2026
Berdasarkan data dari Defense Finance and Accounting Service, gaji tentara AS ditentukan berdasarkan pangkat (pay grade) dan masa dinas. Berikut gambaran gaji bulanan awal:
E-1 (Prajurit baru):
US$2.407,20 (Rp40,6 juta)
Untuk E-1 dengan masa dinas di bawah 4 bulan:
US$2.225,70 (Rp37,5 juta)
E-2:
US$2.697,90 (Rp45,5 juta)
E-3:
US$2.836,80 (Rp47,9 juta)
E-4:
US$3.142,20 (Rp53 juta)
E-5:
US$3.342,90 (Rp56,4 juta)
E-6:
US$3.401,10 (Rp57,4 juta)
E-7:
US$3.932,10 (Rp66,4 juta)
E-8:
US$5.656,50 (Rp95,5 juta)
* E-9:
US$6.910,20 (Rp116,7 juta)
Untuk jabatan E-9 khusus (penasihat militer senior nasional), gaji ditetapkan sebesar:
* US$11.166,90 (Rp188,6 juta) per bulan, terlepas dari masa dinas.
Selain gaji pokok, tentara AS juga menerima berbagai tunjangan. Contoh simulasi untuk prajurit E-2, menikah, bertugas di Fort Campbell, Kentucky, dengan masa dinas di bawah dua tahun:
Total kompensasi tahunan:
US$67.285 (Rp1.13 milyar)
Rinciannya:
Gaji pokok:
US$28.356 (Rp479 juta)
Bonus masuk (maksimal):
US$10.000 (Rp168 juta)
Tunjangan perumahan:
US$21.276 (Rp359 juta)
Tunjangan makan:
US$5.592 (Rp94 juta)
Tunjangan pakaian:
US$2.061 (Rp34 juta)
Sebagian besar tunjangan tersebut tidak dikenakan pajak, sehingga pendapatan bersih yang diterima relatif lebih besar. Militer AS juga menaikkan gaji personel sebesar 4,5% sejak 2025. Kenaikan gaji sangat dipengaruhi oleh pangkat dan lama pengabdian.
Sebagai ilustrasi, prajurit berpangkat E-6 dengan masa dinas lebih dari 10 tahun dapat memperoleh penghasilan bulanan sekitar:
* US$4.585,20 (Rp77.4 juta)
Menjadi tentara AS menawarkan penghasilan tinggi, stabil, dan tunjangan lengkap, namun jalur ini tidak mudah bagi WNI karena harus memenuhi syarat kewarganegaraan, bahasa, pendidikan, serta fisik.
