|

Profil Jaro Ade, Wakil Bupati Bogor, Menangis Saat Pemakaman Anaknya yang Tewas dalam Kecelakaan

Sosok Wakil Bupati Terpilih Bogor, Ade Ruhandi atau yang Dikenal sebagai Jaro Ade

Jaro Ade, nama panggilan dari Ade Ruhandi, menjadi sorotan publik setelah kejadian duka yang menimpa putranya, Al Ridwan. Insiden maut terjadi pada Minggu (1/2/2026) ketika Al Ridwan meninggal dunia akibat kecelakaan di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini menyisakan rasa sedih bagi keluarga besar Jaro Ade.

Dengan suara bergetar, Jaro Ade menyampaikan permohonan maaf dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pemakaman putranya. Ia meminta maaf kepada seluruh keluarga dan mengucapkan terima kasih kepada para ulama, guru, rekan, serta sahabat yang turut serta dalam pengurusan dari awal hingga akhir. Ia berharap semua kebaikan tersebut menjadi amal kebaikan. “Mudah-mudahan semua langkah yang dilakukan oleh kita menjadi amal ibadah,” katanya.

Selain itu, Jaro Ade juga meminta maaf jika Ridwan selama hidupnya pernah melakukan kesalahan. “Mohon maaf untuk anak kami dek Ridwan apabila banyak kesalahan selama proses belajar mengurus keluarga, tentu banyak kesalahan. Atas nama keluarga saya menyampaikan permohonan maaf kepada semua,” ujarnya.

Latar Belakang Jaro Ade

Jaro Ade lahir di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada 7 Agustus 1973. Nama panggilan Jaro Ade mulai dikenal saat ia menjadi Kepala Desa Cileuksa pada periode 2000-2008. Menurut Jaro Ade, istilah Jaro sering digunakan untuk para pemimpin di pemerintahan, khususnya di wilayah Banten dan Bogor Barat.

“Saya terima usulan ini sehingga saat menjadi anggota DPRD, Ketua Komisi hingga Ketua DPRD Kabupaten Bogor nama Haji Jaro Ade ini menjadi sapaan sehari-hari,” ungkap Jaro Ade.

Jaro Ade berasal dari latar belakang keluarga sederhana. Orang tuanya adalah petani yang menghasilkan cengkeh dan buah-buahan seperti petai, rambutan, dan duren. Tanah milik ayahnya bertambah dari waktu ke waktu karena membeli tanah dari warga sekitar. Dalam keluarga, Jaro Ade merupakan anak ketiga, tetapi dia merupakan anak pertama dari istri kedua bapaknya.

Kondisi pendidikan masyarakat di kampungnya saat kecil cukup prihatin. “Dari kampung saya, siswa yang sekolah SMP saja cuma 2 orang, anak kepala desa dan saya. Anak-anak lain tidak bisa melanjutkan sekolah karena jarak jauh dan tidak punya uang,” ujarnya.

Karir Politik Jaro Ade

Jaro Ade membangun karir politik secara alami mulai dari bawah. Dia bergabung dengan Partai Golkar pada akhir 1990-an. Awal karirnya dimulai sebagai Kepala Desa Cileuksa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada 2000-2008. Sebelum menjadi kepala desa, Jaro Ade aktif di organisasi kepemudaan seperti karang taruna dan sering menjadi panitia peringatan hari besar keagamaan seperti Maulid, Isra Miraj, dan kompetisi sepak bola.

“Jenjang karir saya di pemerintahan dimulai waktu jadi kepala Desa Cileuksa. Saya menjadi kepala desa atas permintaan tokoh-tokoh masyarakat,” kata Jaro Ade.

Selama masa kepemimpinan sebagai Kepala Desa, Jaro Ade tetap aktif di DPD Golkar sebagai wakil bendahara. Setelah itu, dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor pada Pemilu 2009 hingga 2019. Di DPRD, Jaro Ade pernah menjabat sebagai Ketua Komisi C pada 2009-2012, kemudian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor (2012-2014), hingga Ketua DPRD periode 2014-2019.

Pada tahun 2016, Jaro Ade terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor hingga 2021. Selanjutnya, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor pada 2018 berpasangan dengan Inggrid Maria Palupi Kansil. Meski didukung lima partai, pasangan ini kalah dari pasangan Ade Munawaroh Yasin-Iwan Setiawan.

Setelah Pilkada Bogor 2024, Jaro Ade fokus pada bisnis. Namun, ia tetap aktif di dunia politik sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. “Cita-cita kita harus setinggi-tingginya. Walaupun dalam posisi jabatan apapun, takdir itu sudah ditentukan Allah. Tetapi ikhtiar harus selalu dilakukan,” tuturnya.

Kronologi Kecelakaan Al Ridwan

Menurut penjelasan paman korban, Fajar, insiden bermula ketika Ridwan berangkat dari rumah neneknya di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Ridwan mengendarai motor trail kesayangannya hendak pulang ke rumah di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), ia berusaha menyalip truk tronton. “Tapi dia mau nyalip karena pakai motor trail karena licin akhirnya jatuh,” kata Fajar. “Bukan tabrakan yah,” tambahnya.

Ridwan kemudian dibawa ke Puskesmas Cigudeg dan dilarikan ke RSUD Leuwiliang. Namun nyawa anak Wabup Bogor Jaro Ade, Ridwan, tidak bisa diselamatkan. Kata Fajar, Ridwan menghembuskan napas terakhir pukul 04.30 WIB. “Sekitar subuh pukul 04.30 WIB almarhum meninggal dunia,” katanya.