Ancaman AS, Ini Kekuatan Militer Iran yang Lengkap
Jendela Magazine.CO.ID, TEHERAN – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung setelah kesepakatan nuklir yang telah dibuat tidak berhasil mencapai titik penyelesaian. AS telah mengirimkan kapal induk, jet tempur canggih, serta kapal perusak rudal ke kawasan Timur Tengah sebagai bentuk demonstrasi kekuatan untuk menunjukkan kesiapan dalam menyerang.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan diam begitu saja jika menghadapi ancaman serangan. Teheran menyatakan memiliki kemampuan militer yang kuat dan siap melakukan pembalasan melalui penggunaan rudal balistik jarak menengah terbaru, yaitu Khorramshahr-4. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kekuatan dan kemampuan militer Iran:
Personel Militer
Iran memiliki salah satu angkatan bersenjata tetap terbesar di kawasan Timur Tengah. Laporan Military Balance 2025 yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) memperkirakan bahwa Iran memiliki sekitar 610 ribu personel aktif. Angka ini mencakup:
– Sekitar 350 ribu personel pasukan di angkatan darat reguler.
– Sekitar 190 ribu anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
– Hingga 18 ribu personel di angkatan laut.
– 37 ribu di angkatan udara.
– 15 ribu di unit pertahanan udara.
– Pasukan gendarmerie dan paramiliter sebanyak 40 ribu orang.
– Diperkirakan juga memiliki 350 ribu personel pasukan cadangan yang terdiri dari veteran dan sukarelawan.
Rudal Balistik dan Drone
Rudal balistik dan drone menjadi tulang punggung strategi pertahanan Iran. Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), Iran memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah, dengan ribuan rudal balistik dan jelajah yang jangkauannya mencapai 2.000 hingga 2.500 kilometer. Beberapa sistem ini mampu mencapai Israel dan wilayah Eropa tenggara.
Beberapa rudal terkenal yang dimiliki Iran antara lain:
– Khorramshahr-4: Jangkauan 2.000 km, hulu ledak 1.500 kg.
– Ghadr-110: Jangkauan 2.000 km.
– Haj Qassem: Jangkauan 1.400 km.
– Emad: Jangkauan 1.700 km dengan akurasi 500 meter.
– Qasem Basir: Rudal berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 km.
– Zolfagar: Jangkauan 700 km.
Selama konflik tahun lalu dengan Israel, IRGC menggunakan Sejjil-2 dan Fattah, rudal hipersonik dengan jangkauan 1.400 km. Iran diyakini telah meluncurkan sekitar 550 rudal balistik dan 1.000 drone selama konflik tersebut.
Drone
Iran juga memiliki armada drone yang cukup besar, termasuk seri Shahed dan Mohajer. Drone Shahed bahkan digunakan secara luas oleh Rusia di Ukraina. Pernah terjadi insiden di mana sebuah jet F-35 AS menembak jatuh drone Shahed-139 yang terbang menuju kapal induk AS.
Angkatan Darat
Angkatan darat Iran memiliki kekuatan besar tetapi sebagian besar konvensional. IISS memperkirakan jumlah pasukan sekitar 350 ribu orang, didukung oleh lebih dari 1.500 tank tempur utama seperti T-72, Zulfiqar, dan model-model lama dari AS. Angkatan darat juga mengoperasikan ratusan kendaraan tempur infanteri dan pengangkut personel lapis baja, serta hampir 7.000 sistem artileri.
Angkatan Udara
Angkatan udara Iran dianggap sebagai cabang terlemah dari militer konvensionalnya. Meskipun memiliki sekitar 37 ribu personel, hanya sekitar 250 pesawat tempur yang bisa beroperasi. Banyak pesawat ini berasal dari era sebelum Revolusi Islam 1979, seperti F-4 Phantom, F-5 Tiger, dan F-14 Tomcat. Sanksi ekonomi membuat pemeliharaan dan modernisasi semakin sulit.
Angkatan Laut
Angkatan laut Iran mengadopsi strategi asimetris dengan fokus pada penggunaan ranjau, rudal anti-kapal, kapal cepat, dan kapal selam kecil. Mereka memiliki lebih dari 100 kapal serang cepat kecil yang dipersenjatai dengan rudal dan roket anti-kapal. Global Firepower memperkirakan bahwa angkatan laut Iran memiliki 109 aset, termasuk 25 kapal selam, 21 kapal patroli, tujuh fregat, tiga korvet, dan satu kapal perang ranjau.
Pengeluaran Militer
Anggaran militer Iran relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Pada 2024, Iran menghabiskan sekitar 7,9 miliar dolar AS untuk pertahanan. Meski angka ini turun 10% dari tahun sebelumnya, anggaran tersebut masih meningkat 21% dibandingkan 2015. Media Iran melaporkan bahwa pemerintah menyetujui peningkatan alokasi pertahanan sebesar 145% untuk tahun mendatang, sehingga pengeluaran yang diusulkan mencapai sekitar $9,2 miliar.
