Jalur Kereta China-Korut Kembali Beroperasi, Tiba di Pyongyang dari Beijing!
Pembukaan Kembali Layanan Kereta Api Internasional antara Tiongkok dan Korea Utara
Pada hari Kamis (12/3/2026), Tiongkok dan Korea Utara (Korut) secara resmi menghidupkan kembali layanan kereta api penumpang internasional. Ini menjadi langkah penting setelah enam tahun penutupan jalur transportasi akibat pandemi COVID-19. Pemulihan layanan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antar negara, serta meningkatkan perjalanan, perdagangan, dan kerja sama ekonomi.
Layanan kereta api antara Beijing dan Pyongyang akan beroperasi empat kali seminggu, yaitu pada Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Sementara itu, layanan antara kota perbatasan Tiongkok, Dandong, dan Pyongyang akan beroperasi setiap hari. Informasi ini diberikan oleh operator kereta api negara, China Railway, dalam pemberitahuan yang dirilis pada 10 Maret 2026.
China Railway menyatakan bahwa pembukaan kembali layanan kereta tersebut akan mempromosikan hubungan antar masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Dengan adanya layanan kereta ini, kedua negara diharapkan dapat menjalin kerja sama yang lebih erat.
Tiket Terjual Habis Sebelum Keberangkatan
China Railway menyebutkan bahwa penumpang internasional diperbolehkan naik di gerbong kereta tertentu pada layanan Beijing-Pyongyang. Namun, seorang agen perjalanan mengungkapkan bahwa tiket untuk layanan tersebut belum tersedia bagi para pebisnis atau turis. Alasannya adalah hanya warga negara Tiongkok yang bekerja atau belajar di Korut, serta warga Korut yang bekerja, belajar, atau ingin mengunjungi keluarga di luar negeri yang diperbolehkan membeli tiket.
Tiket untuk kereta pertama yang berangkat pada Kamis telah habis terjual sebelum keberangkatan. Menurut laporan dari kantor penjualan tiket resmi di Beijing, pembeli tiket tersebut terdiri dari pengusaha, pejabat pemerintah, dan wartawan.
Fasilitasi Hubungan Antar Masyarakat

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menekankan pentingnya mempertahankan layanan kereta penumpang reguler antara Tiongkok dan Korut. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi pertukaran antar masyarakat dan memperkuat hubungan bilateral.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan kepada Kim Jong Un, pemimpin Korut, dengan harapan kerja sama antara kedua negara akan semakin erat dalam perjalanan bersama untuk memajukan tujuan sosialis. Surat ini merupakan respons atas pesan yang dikirim Xi bulan lalu saat ia mengucapkan selamat kepada Kim karena kembali ditunjuk sebagai pemimpin partainya.
Wisatawan Tiongkok adalah penyumbang terbesar pengunjung asing yang berkunjung ke Korut sebelum negara tersebut menutup diri pada awal pandemi di tahun 2020. Secara historis, Tiongkok merupakan pendukung utama Pyongyang, dan jalur transportasi ini sangat penting bagi perekonomian Korut. Meskipun demikian, Korut telah mendekat ke Rusia sejak dimulainya perang Ukraina.
Korut Masih Buka Perbatasan Secara Terbatas

Tiongkok telah sepenuhnya membuka kembali wilayahnya setelah pandemi, tetapi Korut masih melakukannya secara perlahan. Negara tersebut hanya mengizinkan sejumlah kecil wisatawan masuk sejak 2024. Selain itu, Korut juga meluncurkan proyek-proyek baru, seperti resor tepi pantai, dalam upaya meningkatkan pariwisata.
Namun, inisiatif tersebut sedang menghadapi penangguhan. The Guardian melaporkan bahwa Korut baru-baru ini membatalkan Maraton Pyongyang yang dijadwalkan pada awal bulan depan. Pihak penyelenggara tur, Koryo Tours, menyatakan bahwa Korut tidak memberikan alasan resmi untuk pembatalan tersebut.
“Pembatalan itu tidak terduga, tetapi kami memahami keputusan itu telah diambil di tingkat yang lebih tinggi daripada penyelenggara acara itu sendiri,” ujar Koryo Tours. Maraton Pyongyang adalah acara olahraga internasional terbesar di Korut, yang menawarkan kesempatan langka bagi pengunjung untuk berlari di jalan-jalan Pyongyang.
