|

3 Hal Penting: Prabowo Pertahankan MBG, RI Tak Janjikan Iuran BoP



Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap yang tegas dalam menjaga program makan bergizi gratis (MBG) meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Program ini menjadi sorotan publik, terutama karena adanya desakan untuk mengevaluasi kembali keberadaannya. Prabowo menegaskan bahwa MBG akan tetap berjalan meski pemerintah menghadapi kendala anggaran. Ia menyatakan lebih baik uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat daripada disalahgunakan.

Selain itu, Prabowo juga memberikan pernyataan mengenai komitmen Indonesia terhadap Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Menurutnya, Indonesia tidak pernah membuat janji apapun untuk membayar iuran sebesar US$ 1 miliar kepada forum internasional yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini diberikan dalam sesi wawancara dengan para wartawan dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Berikut ini adalah tiga berita terpopuler di kanal nasional sepanjang Ahad, 22 Maret 2026:

1. Prabowo Tegaskan MBG Berlanjut, Daripada Uangnya Dikorupsi

Presiden Prabowo Subianto tetap bersikeras melanjutkan program MBG meskipun mendapat kritik dan tantangan dari sisi fiskal. Ia menilai lebih baik anggaran yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat daripada dikorupsi. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan sejumlah wartawan dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, 17 hingga 18 Maret 2026.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo, seperti dilansir dari video wawancara yang dipublikasikan Sekretariat Presiden, Ahad, 22 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa selama masa kampanye, ia melihat banyak anak yang mengalami stunting akibat kekurangan gizi. “Anda nggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat,” katanya.

2. Prabowo Tegaskan Tak Pernah Janji US$ 1 Miliar Iuran BoP

Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah menjanjikan akan membayar iuran sebesar US$ 1 miliar untuk BoP, badan internasional yang didirikan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Prabowo, Indonesia hanya berkomitmen untuk mengirimkan prajurit tentara ke Jalur Gaza melalui Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di bawah komando BoP.

Pernyataan ini disampaikan dalam sesi wawancara yang sama di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. “Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami mau ikut iuran US$ 1 miliar,” ucap Prabowo, seperti dikutip dari video wawancara yang dirilis Sekretariat Presiden pada Ahad, 22 Maret 2026.

3. Tim Advokasi Desak TNI Rilis Foto Pelaku Kasus Andrie Yunus

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti kurangnya transparansi dari TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus. Mereka mempertanyakan hasil penyelidikan Puspom TNI mengenai identitas keempat terduga pelaku yang diklaim sudah ditangkap.

Menurut TAUD, pernyataan TNI belum dapat dipastikan kebenarannya. “Kami mendesak Puspom TNI untuk bersikap transparan dan akuntabel dengan merilis foto atau menunjukkan pelaku secara langsung,” kata TAUD dalam keterangan tertulis yang diterima pengurus KontraS Jane Rosalina, Ahad, 22 Maret 2026.

Penggunaan foto pelaku dinilai penting agar masyarakat dapat memverifikasi informasi yang diberikan TNI. Hal ini semakin relevan karena terdapat perbedaan informasi antara TNI dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Kepolisian telah merilis identitas dan foto dua terduga pelaku, berinisial BHC dan MAK, berdasarkan barang bukti yang dikumpulkan.

Ervana Trikarinaputri dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.