Kunjungan Wisata Bandung Barat Menurun Tajam, Minat Pengunjung Menurun
Penurunan Pengunjung di Objek Wisata Bandung Barat Saat Libur Natal
Di tengah momen libur Natal 2025, sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat mengalami penurunan jumlah pengunjung. Salah satu yang terkena dampaknya adalah wisata pemandian air panas Cipanas, yang berada di Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat.
Siti Nurhasanah (48), warga setempat, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut terasa sangat sepi selama masa liburan. Ia mengatakan, “Sepi,” singkat saat ditemui oleh awak media di lokasi wisata tersebut pada Minggu (28/12/2025).
Pada hari Kamis (25/12/2025), jumlah pengunjung bahkan sangat sedikit. Siti mengetahui kondisi ini secara langsung karena ia pernah menjadi pengurus RT dan tinggal dekat dengan area pemandian. Ia memperkirakan bahwa jumlah pengunjung hanya berkisar antara 20 hingga 30 orang per hari. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya mencapai sekitar 300 pengunjung.
Menurut Siti, anjloknya jumlah pengunjung disebabkan oleh munculnya beberapa destinasi wisata baru di sekitar Cipanas, seperti Sanghyang Heuleuet dan Sanghyang Kenit. Para pengunjung kini memiliki pilihan tempat wisata lain selain Cipanas. Selain itu, Cipanas juga tidak memiliki kuliner yang cukup menarik, meskipun harga tiket masuknya tergolong murah. Hanya Rp2.000 untuk masuk dan parkir kendaraan tidak dikenakan biaya.
“Samasihanna (Terserah berapa yang diberi pengunjung),” ujar Siti.
Pengunjung di Sanghyang Kenit Juga Menurun
Selain Cipanas, objek wisata Sanghyang Kenit juga mengalami penurunan jumlah pengunjung selama libur Natal. Rina (28), petugas tiket di lokasi tersebut, mengatakan bahwa hingga sore hari Minggu (28/12/2025), jumlah pengunjung hanya sekitar 300 orang. Pada tahun lalu, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 500 orang.
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab penurunan ini. Salah satunya adalah turunnya debit air Sungai Citarum. “Biasana pami cai ageung rada rame (Biasanya jika airnya besar/debit tinggi, pengunjungnya banyak),” ujar Rina.
Debit air yang tinggi memang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Selain bisa berwisata menggunakan perahu, arus air yang besar juga membuat pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang gua-gua Sanghyang Kenit yang indah.
Harga tiket masuk Sanghyang Kenit tergolong terjangkau. Untuk masuk umum, pengunjung dikenakan biaya Rp8 ribu, parkir motor Rp2 ribu, dan parkir mobil Rp5 ribu.
Situasi di Sanghyang Heuleut
Kondisi agak berbeda terjadi di destinasi wisata Sanghyang Heuleut yang masih berada di aliran Citarum. Jumlah pengunjung di lokasi ini sedikit meningkat selama libur Natal. Hingga sore hari Minggu (28/12/2025), jumlah pengunjung mencapai sekitar 40 orang. Pada hari Kamis (25/12/2025), jumlah pengunjung mencapai 28 orang, Jumat (26/12/2025) 10 orang, dan Sabtu (27/12/2025) 28 orang. Di hari-hari biasa, rata-rata jumlah pengunjung hanya 15 orang per hari.
Herman (50), petugas pintu masuk objek wisata tersebut, mengatakan bahwa para pengunjung berasal dari berbagai wilayah di luar KBB, seperti Jakarta, Cianjur, dan Purwakarta. Meski begitu, aktivitas wisata Sanghyang Heuleut sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca buruk, pengelola akan menutup lokasi wisata tersebut.
“Pami tos mendung dipiwarang uih (Jika mendung, pengunjung akan diminta segera pulang atau meninggalkan lokasi Sangyang Heuleut),” ucap Herman.
