Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6, Untar Beri Bantuan, Ibu: Tak Terduga

Keluarga Keisya Levronka Akhirnya Angkat Bicara Setelah Dua Tahun Menyembunyikan Tragedi

Setelah hampir dua tahun memilih diam, keluarga penyanyi ternama Keisya Levronka akhirnya angkat bicara mengenai insiden yang menimpa adik kandungnya, Lexi Valleno Havlenda. Peristiwa tragis ini terjadi pada April 2023 silam ketika Lexi jatuh dari lantai enam sebuah gedung kampus di Jakarta Barat.

Kondisi Medis yang Memilukan

Kondisi medis Lexi saat ini sangat memprihatinkan. Ibu dari Lexi, Levi Leonita Davies, mengungkapkan bahwa putranya masih menjalani perawatan intensif. Beberapa cedera serius dialami Lexi, antara lain:

  • Tulang ekor remuk hingga harus dipasangi pen
  • Trauma ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi
  • Paru-paru terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati
  • Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana
  • Selama satu tahun pula aktivitas Lexi harus menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat
  • Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya

Levi menyampaikan kondisi tersebut melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ia juga mengunggah foto-foto yang menunjukkan dukungan penuh dari keluarga dalam perjuangan mencari kejelasan atas insiden yang menimpa Lexi.

Pihak Kampus Bereaksi

Setelah kasus ini viral, ibu Keisya menyampaikan bahwa keluarga sudah bertemu dengan pihak kampus. Lewat story miliknya, Levi menyampaikan respon baik dari pihak kampus. Namun, pihak keluarga belum bisa menerima tawaran dari pihak kampus baik material maupun imaterial yang sudah dikeluarkan.

“Alhamdulillah pertemuan hari ini berjalan lancar. Sudah ada respon baik dan terima kasih itikad baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material dan imaterial yang sudah dikeluarkan. Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa dan supportnya ya gaes,” tulisnya.

Kronologi Kecelakaan

Menurut penuturan Levi, peristiwa nahas itu terjadi pada April 2023. Saat itu, Lexi tengah mengikuti kegiatan latihan caving atau susur gua. Latihan itu diselenggarakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala) di area kampus. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika pengait pengaman yang digunakan korban terlepas.

“Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap Levi.

Tak berhenti di situ, Levi juga menyoroti proses penanganan awal yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis darurat. “Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taksi online) dan ditidurkan lagi di taksi online,” tulis Levi.

Ia pun mempertanyakan alasan tidak dipanggilnya ambulans, padahal waktu tunggu dinilai tidak jauh berbeda.

Sikap Keluarga yang Tidak Pernah Berhenti

Selama hampir dua tahun, keluarga memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri untuk tidak mengungkap kejadian tersebut ke ruang publik. Namun, sikap diam itu akhirnya berakhir.

Sang ibu, Levi Leonita Davies, memutuskan membuka suara melalui media sosial lantaran merasa tidak ada kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak kampus serta organisasi mahasiswa terkait. Menurut Levi, langkah tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai pihak-pihak terkait tidak menunjukkan itikad baik meski keluarga telah menunggu cukup lama.

Kekecewaan itu ia sampaikan secara terbuka melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. “Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian,” kata Levi Leonita dikutip Tribunnews.com, Minggu (1/2/2026). “Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” lanjutnya.

Levi menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, keluarga telah berusaha menyelesaikan masalah tersebut secara tertutup dan menghindari sorotan publik. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil, bahkan komunikasi dasar pun dinilai berjalan sangat sulit.

“2 tahun bersabar mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan, menahan untuk tidak speak up. Jangankan jalan keluar dan penyelesaian, sekedar komunikasi saja sulit sekali. Saya hanya ibu yang mengupayakan keadilan untuk anak saya. Kalau menurut kalian pihak kampuys dan organisasi komunikasi bukan lagi melalui telepon, chat atau surat maka ini adalah jalan saya untuk berkomunikasi di media sosial,” tulisnya.

Di tengah upaya menuntut pertanggungjawaban, keluarga terus melakukan langkah-langkah lanjutan. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Keisya Levronka terlihat mendampingi sang ibu dalam pertemuan dengan pihak kampus Universitas Tarumanagara (Untar). Kehadiran Keisya tak sendiri, ia juga ditemani kekasihnya, Nyoman Paul. Melalui foto yang diunggah Levi, Keisya dan Paul tampak berada di ruang tunggu sebuah kantor di lingkungan kampus. Unggahan tersebut memperlihatkan dukungan penuh dari keluarga dalam perjuangan mencari kejelasan atas insiden yang menimpa Lexi.

“Team support ini ikut pertemuan hari ini,” tulis Levi sebagai keterangan.