Virus flu memicu kepanikan, ini fakta medis tentang influenza
Penjelasan Ahli tentang Istilah “Superflu” yang Berkembang di Masyarakat
Istilah “superflu” belakangan ini sering muncul dalam berbagai diskusi publik, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, istilah tersebut tidak memiliki pengertian resmi dalam dunia kedokteran. Penyematan istilah ini terjadi seiring dengan meningkatnya kasus influenza yang menyebar cukup cepat, sehingga memicu persepsi bahwa ada penyakit baru yang lebih berbahaya dari flu biasa.
Menurut dr. Nastiti Kaswandani, anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), istilah “superflu” tidak dikenal dalam terminologi medis. Ia menjelaskan bahwa kondisi yang dimaksud tetap diklasifikasikan sebagai influenza, yaitu infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza.
Influenza terdiri dari beberapa tipe, seperti influenza A, B, dan C. Dari ketiganya, influenza A paling sering dikaitkan dengan gejala yang lebih berat, termasuk subtipe H3N2. Jenis inilah yang sering dilabeli sebagai “superflu” oleh masyarakat awam karena dampaknya yang terasa lebih serius.
Faktor Penyebab Munculnya Istilah “Superflu”
Salah satu faktor yang menyebabkan istilah “superflu” muncul adalah tingginya tingkat penularan influenza. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang lain di sekitarnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, penularan bisa terjadi sebelum penderita menyadari adanya gejala.
dr. Nastiti menambahkan bahwa orang dewasa sering menjadi sumber penularan tanpa disadari karena sudah menularkan virus sebelum menunjukkan tanda-tanda sakit. Kondisi ini berisiko tinggi bagi anak-anak yang sistem imunnya belum sekuat orang dewasa.
Perbedaan Antara Flu dan Penyakit Lain
Dr. Nastiti juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering menyamaratakan semua gejala demam, batuk, dan pilek sebagai flu. Padahal, tidak semua gangguan tersebut merupakan influenza. Gejala ringan yang cepat membaik umumnya disebabkan oleh selesma atau common cold, yang berbeda dengan influenza.
Ia menjelaskan bahwa influenza biasanya disertai demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah yang berat. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia. Dalam situasi yang lebih berat, influenza berpotensi memicu gangguan kesehatan lain, termasuk radang paru akut, gangguan fungsi ginjal dan hati, hingga kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.
Varian Influenza yang Menarik Perhatian
Terkait isu “superflu” yang berkembang, dr. Nastiti menyebut perhatian para ahli tertuju pada varian influenza A subtipe H3N2 dengan subgrade K. Berdasarkan hasil analisis genom di Amerika Serikat, varian ini tercatat cukup dominan pada musim influenza terbaru.
Ia menjelaskan bahwa varian tersebut masih merupakan bagian dari H3N2. Penyebutan khusus muncul karena karakteristiknya yang mudah menyebar, memiliki tingkat evolusi tinggi, dan berpotensi menyebabkan lonjakan jumlah kasus. Meski demikian, dr. Nastiti menekankan bahwa varian influenza tidak dapat dibedakan hanya dari gejala klinis. Pemeriksaan medis seperti rapid test atau swab hanya dapat memastikan adanya infeksi influenza, sementara identifikasi subtipe atau subgrade memerlukan pemeriksaan genome sequencing di laboratorium khusus.
Pentingnya Kesadaran dan Kewaspadaan
dr. Nastiti mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak kepanikan akibat istilah “superflu”. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan individu dengan penyakit penyerta. Menurutnya, pemahaman yang tepat sangat penting, yakni menyadari bahwa kondisi yang ramai disebut “superflu” sebenarnya adalah influenza dengan tingkat penularan tinggi, bukan penyakit baru dengan istilah medis yang berbeda.
Tips Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran
Untuk mencegah penyebaran influenza, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir
- Menggunakan masker saat berada di tempat umum
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
- Vaksinasi flu secara berkala
- Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat
Dengan kesadaran yang baik dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya dari ancaman influenza.
