7 Obat Tradisional Ampuh untuk BAB Berlendir pada Anak Kecil

Tips Mengatasi BAB Berlendir pada Balita dengan Bahan Alami

BAB berlendir pada balita bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan, seperti infeksi atau iritasi usus. Kondisi ini tentu membuat orang tua khawatir, terutama jika anak mengalami gejala yang tidak biasa. Namun, sebelum panik, ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan gejala awal.

Bahan-bahan alami ini hanya bersifat membantu dan tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter jika keluhan berlanjut. Berikut adalah beberapa resep obat tradisional yang bisa dicoba:

  1. Air Tajin untuk Memadatkan Fases



    Air tajin atau air rebusan beras dikenal memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna oleh balita. Kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya dapat membantu menenangkan iritasi pada saluran cerna si Kecil.

    Untuk membuatnya, cukup rebus satu genggam beras dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Saring airnya dan berikan pada balita di atas usia 6 bulan sebanyak 2-3 sendok makan.

  2. Jus Wortel untuk Mengentalkan Fases



    Jus wortel merupakan ramuan tradisional yang sering direkomendasikan karena kandungan pektinnya yang bisa menyerap kelebihan cairan di usus.

    Untuk membuatnya, kukus wortel terlebih dahulu hingga lunak, lalu haluskan dengan sedikit air hangat. Berikan pada si Kecil sekali sehari sebagai selingan, tapi pastikan ia tidak memiliki alergi terhadap sayuran ini ya, Ma.

  3. Air Kelapa sebagai Oralit Alami



    Air kelapa muda mengandung elektrolit alami yang sangat baik untuk mencegah dehidrasi. Ketika balita mengalami BAB berlendir, tubuhnya berisiko kehilangan banyak cairan sehingga perlu segera digantikan.

    Berikan air kelapa murni tanpa tambahan gula atau es. Untuk balita usia 1 tahun ke atas, Mama bisa memberikan setengah gelas sehari untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuhnya.

  4. Teh Chamomile yang Menenangkan



    Teh chamomile memiliki sifat anti-inflamasi dan antispasmodik yang dapat meredakan kram perut. Sensasi hangat dari teh ini juga bisa membuat si Kecil lebih rileks dan nyaman saat pencernaannya sedang bermasalah.

    Untuk membuatnya, Mama cukup menyeduh satu kantong teh chamomile dengan air panas, diamkan hingga hangat. Berikan 1-2 sendok teh untuk balita di atas 1 tahun dan perhatikan reaksinya setelah meminum ramuan herbal ini.

  5. Pisang Kepok Matang yang Kaya Pektin



    Pisang kepok yang matang sempurna merupakan salah satu obat tradisional BAB berlendir pada balita yang paling mudah didapat.

    Kandungan pektin di dalamnya membantu menyerap racun dan cairan berlebih di usus, sehingga lebih mudah dicerna dan bantu mengatasi masalah BAB berlendir.

    Cara memberikannya pada anak cukup haluskan pisang kepok hingga lembut dan berikan sebagai camilan. Pastikan pisang benar-benar matang agar tidak menyebabkan sembelit dan pilihlah pisang lokal yang segar, Ma.

  6. Yoghurt Plain sebagai Probiotik Alami



    Yoghurt plain mengandung bakteri baik atau probiotik yang dapat membantu menyeimbangkan flora usus. Konsumsi yoghurt secara teratur dapat mempercepat penyembuhan saat balita mengalami gangguan pencernaan.

    Mama bisa memilih yoghurt tawar tanpa tambahan gula dan perasa buatan. Berikan 2-3 sendok makan untuk balita di atas 1 tahun dan pastikan si Kecil tidak memiliki alergi terhadap susu sapi ya, Ma.

  7. Perbanyak Minum Air Putih



    Obat alami yang tak boleh dilewatkan adalah memberikan si Kecil air putih yang cukup saat sedang diare. Kecukupan cairan bisa membantu menjaga bentuk fases dan mempermudah pergerakan usus.

    Untuk menjaga kesehatan pencernaannya, Mama juga bisa mendukung asupan nutrisi hariannya lewat pemberian susu tinggi serat.

Itulah beberapa obat tradisional BAB berlendir pada balita yang bisa Mama berikan pada si Kecil. Perlu diingat kembali bahwa pemberian bahan-bahan alami di atas hanya sebagai pereda gejala saja ya, Ma. Jika keluhan berlangsung lebih dari 2×24 jam atau disertai demam tinggi dan darah, jangan tunda bawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.