Sinergi TNI dan Masyarakat: Dandim 0618 Bandung Buka Komunikasi dengan Ormas dan Komunitas
|

Sinergi TNI dan Masyarakat: Dandim 0618 Bandung Buka Komunikasi dengan Ormas dan Komunitas

Jendela Magazine – Dalam upaya strategis memperkuat jaring pengamanan sosial di Kota Bandung, Dandim 0618/Kota Bandung Letkol Inf Robil Syaifullah menginisiasi pertemuan akbar dengan puluhan organisasi kemasyarakatan, LSM, komunitas motor, dan perwakilan mahasiswa se-Kota Bandung. Acara silaturahmi yang digelar di Aula Makodim 0618/Kota Bandung, Rabu (26/11) ini menjadi langkah konkret membangun komunikasi tanpa sekat antara TNI dan elemen masyarakat.

Membangun Jembatan Komunikasi Tanpa Sekat

Dandim Robil menekankan pentingnya menghilangkan hambatan komunikasi yang selama ini menjadi kendala dalam koordinasi keamanan. “Beberapa ormas dan LSM menyampaikan bahwa komunikasi sering terjeda oleh sekat-sekat tertentu. Nah, sekat itulah yang sekarang kita buka. Hambatannya kita singkirkan supaya komunikasi bisa lebih lancar,” paparnya dengan semangat.

Pendekatan humanis yang diusung Letkol Robil terlihat dari filosofi yang diyakininya: “Dengan pengalaman saya, ngobrol santai sambil ngopi itu bisa menyelesaikan banyak persoalan. Pembinaan kepada organisasi masyarakat pun bisa berjalan efektif kalau kita mulai dengan komunikasi yang baik.”

From Talk to Action: Program Kolaboratif TNI-Komunitas

Tidak sekadar pertemuan seremonial, silaturahmi ini menghasilkan rencana aksi nyata. Salah satu terobosan inovatif adalah melibatkan komunitas motor dalam kegiatan sosial TNI. “Tadi ada club motor yang bilang belum pernah diajak terjun langsung ke kegiatan sosial. Nantinya kita akan libatkan, misalnya bersih-bersih parit atau kerja bakti bersama. Kegiatan sederhana tapi bermanfaat dan membuat kita semakin solid,” ungkap Dandim.

Beberapa program kolaborasi yang dirancang meliputi:

  • Social Responsibility Projects: Melibatkan komunitas motor dalam aksi bersih-bersih lingkungan dan perbaikan infrastruktur
  • Community Security Network: Membentuk sistem peringatan dini berbasis komunitas
  • Youth Engagement Program: Memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas kampus dan sekitarnya

Bandung sebagai Model Keamanan Kolaboratif

Letkol Robil membagikan assessment positif tentang dinamika keamanan Bandung dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kota ini telah menunjukkan respons cepat dan efektif terhadap berbagai peristiwa, termasuk demonstrasi besar 29 Agustus dan beberapa insiden kebakaran.

“Alhamdulillah semua bisa kita atasi dengan baik. Dibandingkan kota-kota besar lainnya, penanganan keamanan di Bandung terbilang cepat dan efektif. Ini karena koordinasi antarinstansi berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Early Warning System Berbasis Komunitas

Pertemuan ini juga mengkristalkan konsep sistem keamanan partisipatif dimana organisasi masyarakat menjadi mata dan telinga di lapangan. Mekanisme koordinasi yang dibangun memungkinkan respons lebih cepat terhadap potensi kerawanan sosial, dengan TNI sebagai penggerak utama.

Sustainability Model: Dari Pertemuan ke Gerakan Berkelanjutan

Dandim Robil menegaskan bahwa kondisi kondusif saat ini tidak boleh membuat masyarakat lengah. “Justru, seluruh elemen harus terus memperkuat sinergi agar keamanan Bandung tetap terjaga,” pesannya.

Model sustainability yang dikembangkan meliputi:

  • Regular Coordination Forum: Pertemuan rutin triwulan antara TNI dan elemen masyarakat
  • Digital Communication Channel: Membangun platform komunikasi digital yang real-time
  • Community Empowerment Program: Pelatihan dan capacity building untuk organisasi masyarakat

Tantangan dan Strategi Ke Depan

Meski optimis, Dandim Robil menyadari sejumlah tantangan yang perlu diatasi, termasuk:

  • Mempertahankan konsistensi komunikasi antar-elemen
  • Mengintegrasikan berbagai kepentingan komunitas yang beragam
  • Mengembangkan mekanisme respons cepat yang efektif

Gerakan Kolaboratif: Bandung Bangun Bersama

Menutup pertemuan, Dandim 0618/Kota Bandung menggalang komitmen bersama: “Ayo kita sama-sama bangun Kota Bandung. Kalau kita punya satu pandangan dan komunikasi yang baik, semua masalah bisa dibereskan. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bergerak bersama.”

Silaturahmi ini bukan sekadar event temporer, melainkan momentum sejarah yang menandai babak baru hubungan TNI-masyarakat di Bandung. Sebuah model sinergi yang diharapkan dapat mereproduksi kesuksesan di wilayah lainnya, mewujudkan Bandung yang tidak hanya aman, tetapi juga resilien dan harmonis.